Ingin Tahu Di mana Pohon (Paling Banyak) Tumbuh? Bertanyalah kepada TreeGOER

Basis data dengan akses terbuka yang baru yang mendokumentasikan rentang lingkungan yang diamati bagi sebagian besar spesies pohon yang telah diketahui, merupakan perkembangan penting untuk  perencanaan adaptasi dan restorasi perubahan iklim.

Center for International Forestry Research and World Agroforestry (CIFOR-ICRAF) telah meluncurkan Tree Globally Observed Environmental Ranges database (TreeGOER) yang mendokumentasikan 51 variabel lingkungan untuk 48.129 spesies pohon yang diobservasi. Data dasar ini, yang dipublikasikan dalam repositori yang terbuka,  Zenodo dan dijabarkan dalam artikel baru yang dimuat dalam Global Change Biology (new article in Global Change Biology), yang memungkinkan para pengguna untuk mengeksplorasi dampak perubahan iklim terhadap spesies pohon dan pemilihan yang tepat dalam penanaman pohon untuk mendukung pemulihan dan adaptasi perubahan iklim.

“TreeGOER akan mendukung adaptasi perubahan iklim dan merupakan perangkat yang amat bermanfaat untuk mempelajari bio-geografi pohon,” ujar Roeland Kindt, Ahli Ekologi Senior CIFOR-ICRAF, yang membuat data dasar tersebut dan menulis artikel terkait. “Sebagai contoh, data tersebut menunjukkan bahwa perubahan iklim secara khusus cenderung akan mengurangi jumlah spesies pohon di Amerika Latin, artinya, intervensi untuk mendukung keanekaragaman pohon mungkin amat dibutuhkan di sana.”

 

Perubahan prediksi jumlah spesies pohon yang cocok menggunakan data lingkungan TreeGOER yang membandingkan data dasar historis dengan prediksi iklim masa depan pada tahun 2050 untuk menghasilkan peta ‘Proporsi Spesies Masa Depan’. Analisis yang ditampilkan, untuk 2.000 lokasi, hanya berfokus pada wilayah yang suhu rata-rata bulanannya di atas 10°C sepanjang tahun dan juga tidak mencakup wilayah kering dan sangat kering. Data iklim di masa depan ditujukan untuk jalur sosio-ekonomi bersama 3-7.0 (skenario emisi yang lebih tinggi). Animasi oleh Roeland Kindt/CIFOR-ICRAF.

Perubahan prediksi jumlah spesies pohon yang cocok (diskalakan sebagai log10(spesies yang cocok+1)) menggunakan data lingkungan TreeGOER yang membandingkan garis dasar historis dengan prediksi iklim masa depan pada tahun 2050-an berdasarkan indeks kelembaban iklim, untuk 2.000 lokasi (seperti dalam animasi sebelumnya) yang digabungkan menjadi zona bujur (“Barat”, “Tengah” dan “Timur”) secara global. Garis biru tebal menunjukkan kurva regresi yang diperhalus. Garis biru tipis menunjukkan arah pergerakan antara iklim dasar dan iklim masa depan dan tidak mewakili kekayaan model pada interval waktu menengah. Animasi tersebut secara khusus menunjukkan perkiraan hilangnya kekayaan spesies pada tahun 2050-an dibandingkan dengan garis dasar di garis lintang Khatulistiwa yang lembab di zona “Barat”, yang mencakup wilayah Amazon. Animasi oleh Roeland Kindt/CIFOR-ICRAF

TreeGOER diharapkan bisa menjadi semacam sumber yang penting untuk para pengelola lahan dan peneliti dalam memahami bagaimana perubahan iklim akan berdampak pada pertumbuhan suatu spesies pohon dan perkembangannya di masa depan. Dengan menggunakan data tersebut mereka dapat membuat perencanaan untuk mendukung adaptasi perubahan iklim, misalnya dengan menanam spesies pohon campuran yang mamu beradaptasi dengan iklim, dan dengan mendorong adaptasi lokal serta memfasilitasi migrasi tegakan pohon alami yang akan mampu mendukung hutan yang sehat di masa depan dan sistem agroforestri.

Data dasar ini melengkapi sumber (data) CIFOR-ICRAF yang dikeluarkan baru-baru ini yaitu the GlobalUsefulNativeTrees database (GlobUNT), yang mendokumentasikan pemanfaatan 14.014 spesies pohon untuk 10 kelompok pengguna untuk mendukung sinergitas antara pemulihan kehati dan kesejahteraan hidup komunitas lokal dalam suatu restorasi lanskap.

“Secara bersama, TreeGOER dan GlobUNT akan mendukung para pengelola lahan dalam mengarahkan adaptasi perubahan iklim dan intervensi dalam restorasi yang mengarah pada penanaman spesies pohon yang asli yang menjadi tujuan dari banyak program pemulihan yang dilakukan,” ujar Kindt.

“TreeGOER dan GlobUNT melengkapi sumber daya yang lebih luas yang dikembangkan oleh CIFOR-ICRAF yang membantu seleksi “pohon yang tepat di tempat yang tepat dan untuk tujuan yang tepat”, yang tersedia dalam the Global Tree Knowledge Platform,” ujar Ian Dawson, Ilmuwan Senior CIFOR-ICRAF, yang bersama Roeland Kindt dan beberapa koleganya terlibat dalam pengembangan platform tersebut.

Kekayaan spesies pohon asli subkontinental untuk sepuluh penggunaan pohon sebagaimana didokumentasikan oleh database GlobUNT. Sepuluh kategori pemanfaatan tersebut adalah: Pangan Hewani, Pemanfaatan Lingkungan, Bahan Bakar, Sumber Gen, Pangan Manusia, Makanan Invertebrata, Bahan, Obat-obatan, Racun dan Kegunaan Sosial. Peta tersebut menunjukkan bahwa kekayaan spesies relatif bervariasi antar kelompok pemanfaatan di lokasi tertentu, yang mungkin merupakan faktor penting dalam menentukan spesies pohon mana yang akan ditanam untuk mendukung penghidupan yang pada gilirannya akan mendukung keberhasilan pembentukan pohon dan restorasi spesies pohon asli. Animasi oleh Roeland Kindt/CIFOR-ICRAF

Pemberitahuan

TreeGOER dikembangkan dengan dukungan pendanaan dari the Darwin Initiative, Norway’s International Climate and Forest Initiative, dan the Green Climate Fund.

The post Ingin Tahu Di mana Pohon (Paling Banyak) Tumbuh? Bertanyalah kepada TreeGOER appeared first on CIFOR Forests News.


See the rest of the story at mysite.com

Related:
Seeing from all sides: Why we need more women in science
Toucans, tapir and tortoises: Revealing the biological riches of southern Guyana
Congo Basin: Need for more funding to let ‘lungs of Africa’ breathe
Are community rights being upheld in REDD+ safeguards processes and landscapes in East Kalimantan?
Nourishing leadership: Why gender matters in development science
In DRC, Indigenous Peoples and local communities’ inclusion in REDD+ remains a work in progress
Finding common ground for community forest management in Peru
Energy transfer: How one woman scientist aims to spark enthusiasm in the next generation
Framing up the community-centred future of peatland management
For many Indigenous communities, land titles aren’t the same as tenure security
Degraded Amazonian peatlands are overlooked carbon source
Improving food security in DRC’s Yangambi Landscape
Estudio: Seis límites planetarios, que sostienen la vida en la Tierra, han sido sobrepasados


source https://forestsnews.cifor.org/84406/ingin-tahu-di-mana-pohon-paling-banyak-tumbuh-bertanyalah-kepada-treegoer?fnl=enid

Post a Comment

Previous Post Next Post